Jurnal Bidan Cendrawasih Palu https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp <p>Jurnal Bidan Cendrawasih Palu (JBCP) Adalah media berkala bidang kesehatan khususnya kebidanan dan kesehatan reproduksi yang diterbitkan secara berkala oleh Akademi Kebidanan Palu Sulawesi Tengah</p> Akademi Kebidanan Palu Sulawesi Tengah id-ID Jurnal Bidan Cendrawasih Palu 2656-517X Eny Mar’atus Sholekha, Mobius Tanari DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG PADA BALITA DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ISLAM TERPADU PERSIS SULAWESI TENGAH https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/55 <p>Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Dengan ditemukan penyimpangan atau masalah tumbuh kembang anak secara dini, maka interfensi akan lebih mudah dilakukan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak balita di PAUD Islam Terpadu Persis wilayah kerja Puskesmas Sangurara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan sampel semua anak balita yang berumur 48 bulan sampai 60 bulan yang berjumlah 20 dengan menggunakan metode total sampling, yaitu dengan menggunakan semua populasi sebagai sampel. Hasil penelitian status gizi pada pertumbuhan anak balita yang diukur dari berat badan terhadap umur anak, yaitu yang termasuk kategori gizi baik sebanyak 95% dan gizi lebih sebanyak 5%. Sedangan hasil deteksi dini kenaikkan kurve pertumbuhan didapatkan hasil 100% mengalami kenaikkan berat badan. Hasil penelitian deteksi dini perkembangan dengan kategori meragukan yaitu sebanyak 45%, penyimpangan 20%, dan kategori sesuai sebanyak 35%. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa masih kurangnnya perhatian keluarga dan lingkungan sekitar mengenai pertumbuhan dan perkembangan balita.</p> ENY MAR'ATUS SHOLEKHA Hak Cipta (c) 2022 ENY MAR'ATUS SHOLEKHA 2022-04-01 2022-04-01 4 1 Rani Wijayanti, Susilo Budi Santoso FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG IBU POST PARTUM MEMILIH TENAGA KESEHATAN SEBAGAI PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEKE TAHUN 2013 https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/61 <p>Pemilihan penolong persalinan yang dilakukan oleh ibu dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain pengetahuan, kebiasaan/sosial budaya, informasi kesehatan, jaminan persalinan untuk itu tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang mendukung ibu post partum memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan diwilayah kerja puskesmas kaleke tahuh 2013.</p> <p>Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 68 yang diambil secara Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel secara purposive di dasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri. Penelitiian ini dianalisis dengan menggunakan analisis univariat karena variabel dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berpengetahuan baik 51 responden (75,0%), yang tidak berpengetahuan baik 17 responden(25,0%), yang mempunyai kebiasaan/sosial budaya kurang mendukung 10 responden (14,7%),yang mendukung 58 responden (85,3%), informasi kesehatan yang tidak berpengaruh baik 31 responden (45,6%), yang berpebgaruh baik 37 responden (54,4%), sedangkan responden memilih jaminan persalinan yang tidak berpengaruh baik o responden (0%), yang berpengaruh baik 68 responden (100%).</p> <p>Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa pemilihan penolong persalinan dapat didukung oleh berbagai faktor yaitu pengetahuan, kebiasaan/sosial budaya, informasi kesehatan, dan jaminan persalinan. Saran bagi petugas kesehatan di Puskesmas Kaleke agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terutama ibu dan anak, memberikan penyuluhan-penyuluhan kesehatan dan pelatihan-pelatihan kader dimasyarakat.</p> RANI WIJAYANTI Hak Cipta (c) 2022 RANI WIJAYANTI 2022-04-01 2022-04-01 4 1 Eviyanti, John A Kaput KARAKTERISTIK HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSU ANUTAPURA PALU PERIODE 2011-2012 https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/59 <p>Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berlebihan pada ibu hamil, seorang ibu hamil yang menderita hiperemesis gravidarum jika seorang ibu memuntahkan segala yang dimakan dan diminumnya hingga berat badan ibu menurun, turgor kulit berkurang dan timbul aseton dalam air kencing. Masalah yang terjadi di RSU Anutapura Palu yaitu masih banyaknya ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di RSU Anutapura Palu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan jumlah populasi dalam hal ini adalah semua ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di RSU Anutapura Palu periode 2011-2012 yaitu sebanyak 302 orang ibu hamil. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mengalami hiperemesis gravidarum berdasarkan gravida yaitu pada primi gravida sebanyak 52%. Responden yang mengalami hiperemesis gravidarum berdasarkan&nbsp; gejalanya yaitu pada tingkat 1 sebanyak 76%, dan responden yang mengalami hiperemesis gravidarum berdasarkan pekerjaan yaitu pada ibu yang tidak bekerja yaitu 76%. Bagi institusi pendidikan diharapkan agar penelitian ini menjadi sarana bacaan diperpustakaan guna mengembangkan pengetahuan tentang karakteristik hiperemesis gravidarum.</p> EVI YANTI Hak Cipta (c) 2022 EVI YANTI 2022-04-01 2022-04-01 4 1 Kartini S, Deviani Fatima, Rosita Saputri HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL AKSEPTOR KB HORMONAL DI UPTD PUSKESMAS LAROMPONG https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/67 <p>Alat kontrasepsi merupakan salah satu metode buat menghindari kehamilan sebab bertemunya sel telur serta sel sperma. Ada banyak jenis alat kontrasepsi yang beredar saat ini. Beberapa jenis alat kontrasepsi yakni kontrasepsi hormonal dan non hormonal. Penggunaan kontrasepsi hormonal memberikan efek samping penambahan berat badan, perdarahan tidak teratur, gangguan mood, perubahan fungsi seksual.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Untuk mengetahui Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Disfungsi Seksual Akseptor KB Hormonal di UPTD Puskesmas Larompong. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode penelitian <em>Deskriptif Analitik </em>dengan menggunakan desain penelitian <em>Cross Sectional.</em> seluruh akseptor KB aktif Hormonal di&nbsp; UPTD Puskesmas Larompong januari – november 2021 sebanyak 2774 Akseptor. 97 sampel dengan rincian&nbsp; akseptor KB Suntik: 37 sampel, akseptor KB Pil: 30 sampel, dan akseptor KB Implan: 30 sampel<em>.</em> Pengumpulan data dengan kuesioner kemudian data yang telah dikumpulkan diolah dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 26 dan dianalisis dengan uji <em>Chi-square </em>serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Analisis bivariat didapatkan hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan disfungsi seksual akseptor kontrasepsi hormonal dengan nilai ρ value: 0.041 &lt; α: 0.05. <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan disfungsi seksual akseptor kontrasepsi hormonal.</p> Kartini S Hak Cipta (c) 2022 Kartini S 2022-04-29 2022-04-29 4 1 Ayatun Nadzira, Andi Mattulada PERSEPSI IBU TENTANG ALAT KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS SANGURARA DUYU https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/56 <p>Intra Uteri Devices (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang bentuknya bermacam-macam, terdiri dari plastik (polyethylene). IUD termasuk alat kontrasespsi yang masih rendah penggunaannya di Puskesmas Sangurara Duyu. Di Puskesmas Sangurara Duyu akseptro KB yang memakai Intra Uteri Devices (IUD) pada tahun 2013 hanya berjumlah 172 orang (2,98%) dari jumlah peserta KB aktif 2480 orang. Tujuan penelitian ini adalah dideskripsikan persepsi ibu tentang alat kontrasepsi IUD di Puskesmas&nbsp; Sangurara Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yakni memaparkan fakta atau fenomena yang terjadi ditempat penelitian tentang objek yang diteliti dan dilakukan dengan tekhnik pengambilan sampel accidental sampling dimana mengambil sampel yang kebetulan ada ditempat penelitian dan sesuai dengan objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian bahwa dari 44 responden memiliki persepsi baik&nbsp; sebanyak 6 orang (13,6%) yang memiliki persepsi kurang baik sebanyak 38 orang (86,3%) dan yang memiliki persepsi tidak baik tidak terdapat responden. Kesimpulan peneliti berdasarkan hasil adalah terbanyak berpersepsi kurang baik sehingga peran serta bidan di Puskesmas Sangurara sangat&nbsp; diharapkan agar&nbsp; dapat merubah persepsi ibu yang kurang baik menjadi lebih baik dengan cara memberikan penyuluhan tentang&nbsp; metode&nbsp; IUD khususnya kepada para calon akseptor KB Baru yang mau memilih IUD.</p> AYATUN NADZIRAH Hak Cipta (c) 2022 AYATUN NADZIRAH 2022-04-01 2022-04-01 4 1 Ayuirawati, Susianti, Musyahida HUBUNGAN KECEMASAN, ASUPAN GIZI DAN FREKUENSI PEMBERIAN ASI DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI RSUD LAKIPADADA KABUPATEN TANA TORAJA https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/64 <p>Air Susu Ibu yang sering disingkat ASI adalah makanan alami pertama yang sangat baik untuk bayi dan mengandung semua vitamin, nutrisi dan mineral yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan enam bulan pertama, tidak ada cairan atau makanan lain yang diperlukan. Air Susu Ibu terus tersedia hingga setengah atau lebih dari kebutuhan gizi anak pada tahun pertama &nbsp;sampai tahun kedua kehidupan. Selain itu, ASI mengandung antibodi dari ibu yang membantu mencegah penyakit.</p> <p>Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kecemasan, asupan gizi dan frekuensi pemberian ASI dengan produksi ASI ibu menyusui di RSUD Lakipadada tahun 2021. Metode: penelitian ini menggunakan metode <em>survey analitik</em> dengan menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. populasi yang diteliti adalah semua ibu menyusui yang selesai melahirkan di RSUD Lakipadada. pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>purposive sampling</em><em>, </em>didapatkan 31 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner. Data di kumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS versi 21 dan dianalisis dengan uji chi square.</p> <p>Hasil: Hasil <em>p value</em> adalah 0.001, menandakan bahwa <em>p</em>&lt;0,05 menunjukan ada hubungan kecemasan dengan produksi ASI Ibu Menyusui. Hasil <em>p value</em> adalah 0.001, menandakan bahwa <em>p</em>&lt;0,05 menunjukan ada hubungan asupan gizi dengan produksi ASI Ibu Menyusui. hasil <em>p value</em> adalah 0.000, menandakan bahwa <em>p</em>&lt;0,05 menunjukan ada hubungan frekuensi pemberian ASI dengan produksi ASI Ibu Menyusui. Kesimpulan: Ada hubungan kecemasan, asupan gizi dan frekuensi pemberian ASI dengan produksi ASI ibu menyusui di RSUD Lakipadada tahun 2021.</p> Ayu Irawati Hak Cipta (c) 2022 Ayu Irawati 2022-04-18 2022-04-18 4 1 Nurmiati, Nur Winarti KARAKTERISTIK PENYEBAB ABORTUS PADA IBU HAMIL DI RUANGAN MATAHARI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2013 https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/60 <p>Abortus merupakan salah satu kejadian obstetrik langsung yang dapat menyebabkan perdarahan, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Frekuensi abortus sukar ditemukan karena abortus yang disengaja banyak yang tidak di laporkan, kecuali apabila terjadi komplikasi juga karena sebagian abortus spontan hanya disertai gejala dan tanda ringan, sehingga pertolongan medik tidak diperlukan dan kejadian ini dianggap sebagai haid terlambat. Diperkirakan frekuensi abortus spontan sekitar 10-15 % di Indonesia ada 2,5 juta ibu yang menjalani abortus yang tidak aman, Angka kematian Ibu (AKI)diakibatkan adanya kematian abortustidak aman. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Karakteristik Penyebab Abortus di Ruangan Matahari RSUD Undata Palu Tahun 2013. Metode penelitian, jenis penelitian ini deskriptif pengambilan data sekunder di Ruangan Matahari RSUD Undata Palu besar sampel 220 orang kasus abortus. Hasil penelitian umur Ibu dengan kejadian abortus paling banyak umur 21-35 tahun berjumlah 145 orang (65,9%), Ibu dengan kejadian abortus paling banyak jumlah anak ≥ 3 164 orang (74,5%), Ibu dengan kejadian abortus paling banyak pada status perkawinan pada ibu yang sudah menikah berjumlah 205 orang (93,2%). Kesimpulan umur Ibu dengan jumlah abortus paling banyak, 21-35 tahun disebabkan umur tersebut sangan produktif/subur, Jumlah anak Ibu dengan penyebab abortus paling banyak ≥ 3 disebabkan jumlah anak terlalu banyak sehingga dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan janin dan perdarahan saad persalinan karena keadaan rahim biasanya sudah lemah.</p> Nurmi Ati Hak Cipta (c) 2022 Nurmi Ati 2022-04-01 2022-04-01 4 1 Deviani Fatimah, Kartini S PENGARUH PEMBERIAN TOPIKAL ASI TERHADAP PERCEPATANPELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PKM WARA KOTA PALOPO https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/68 <p>Perawatan tali pusat menggunakan ASI merupakan merupakan perawatan tali pusat yang aman, efektif dan efesien serta dapat melindungi bayi dari infeksi. Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang disekresikan oleh kelenjar mammae ibu, dan berguna sebagai makanan bayi. Bayi baru lahir atau Masa neonatal adalah masa sejak lahir sampai dengan 4 minggu (28 hari) sesudah kelahiran. Tali pusat dalam istilah medisnya disebut dengan <em>umbilicals cord</em>. Merupakan saluran kehidupan bagi janin selama ia di dalam kandungan.</p> <p>&nbsp;&nbsp; Tujuan umuum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian topikal ASI terhadap percepatan pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di Puskesmas Wara Kota Palopo.</p> <p>Metode penelitian yang digunakan <em>cross sectional,</em>. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah <em>consecutive sampling.</em> Populasi pada penelitian ini adalah 33 bayi yang dilahirkan pada periode November-desember 2021. responden pada penelitian ini berjumlah 30 sampel. Analisa data dilakukan terlebih dahulu menguji normalitas karena syarat menggunakan <em>T Paired Test</em> data harus berdistribusi normal, dan hasil uji statistic <em>T Paired Test</em> diperoleh <em>p </em>value= 0,000 (<em>p&lt;0,05).</em></p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil penelitian Berdasarkan&nbsp; perhitungan Uji Independent Test diperoleh nilai ρ =0,000&lt; α = 0,05, dari hasil tersebut maka H<sub>0 </sub>ditolak yang artinya ada pengaruh pemberian topikal asi terhadap percepatan pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di Puskesmas Puskesmas wara Kota Palopo Tahun.diharapkan dapat mengetahui lebih jelas mengenai Pemberian Topikal Asi Terhadap Percepatan Pelepasan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir.</p> Kartini S Hak Cipta (c) 2022 Kartini S 2022-04-29 2022-04-29 4 1 Ni Made Budiartini, Sri Restu Tempali GAMBARAN FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB ANGKA KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD UNDATA PALU https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/58 <p>Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Dampak BBLR yaitu pertumbuhanya akan lambat, kecenderungan memiliki penampilan intelektual yang lebih rendah dari pada bayi yang berat lahir normal. selain itu bayi berat lahir rendah mengalami gangguan mental dan fisik pada usia tumbuh kembang selanjutnya. Berdasarkan data Propinsi Sulawesi Tengah tahun 2012 tercatat bayi yang mengalami BBLR sebanyak 689 bayi dan yang meninggal tercatat 115 bayi. Berdasarkan data yang di peroleh dari RSUD Undata Palu tahun 2012 bayi yang mengalami BBLR tercatat 388 kasus BBLR dari 1390 bayi lahir hidup dan 47 bayi di laporkan meninggal.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor – faktor penyebab angka kejadian bayi berat lahir rendah di RSUD Undata Palu.</p> <p>Desain penelitian yang di gunakan adalah deskriptif. Menggunakan data primer dengan alat penunjang kuesioner dan teknik pengambilan sampel secara consekutif sampling. Jumlah populasi sebanyak 388 orang dan sampel 43 orang.</p> <p>Berdasarkan hasil penelitian di peroleh responden yang memiliki tingkat pendidikan menengah 21 responden (49%), dasar 15 responden (35%) dan tinggi 7 responden (16%). Responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 25 responden (58%), kurang baik 18 responden (42%). Responden yang sakit melahirkan BBLR sebanyak 5 responden (12%), tidak sakit 38 responden (88%). Responden dengan paritas tertinggi yaitu ibu dengan paritas multipara yaitu 25 responden (58%), primipara 18 responden (18%). Responden dengan umur ≤20 tahun sebanyak 8 responden (19%), umur ≥35 tahun 4 responden (9%), umur 20-35 tahun 31 responden (72%). Pendapatan &lt;885.000 yaitu 30 orang (70%) dan ≥885.000 yaitu 13 orang (30%).</p> <p>Dari hasil penelitian dapat di simpulkan kejadian BBLR di RSUD Undata palu sebagian besar di alami oleh ibu dengan pendidikan menengah, ibu dengan pengetahuan yang baik, ibu yang tidak mempunyai penyakit, umur ibu 20-35 tahun, dan ibu dengan pendapatan yang kurang. Dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi angka kejadian BBLR untuk mencegah kejadian BBLR perlu di lakukan penyuluhan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR.</p> NI MADE BUDIARTINI Hak Cipta (c) 2022 NI MADE BUDIARTINI 2022-04-01 2022-04-01 4 1 Risma Wulandari, Sariwana HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RSUD ANDI MAKKASAU PAREPARE https://jurnal.akbidpalu.top/index.php/jbcp/article/view/66 <p>Beban kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kelelahan. Kelelahan akibat kerja sering kali diartikan sebagai proses menurunnya efesiensi, performans&nbsp; kerja dan berkurangnya kekuatan/ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan yang harus dilakukan. Dalam menjalankan asuhan keperawatan dapat mengakibatkan beban kerja dan kelelahan kerja pada perawat jika tidak dilaksanakan dengan baik. Beban kerjadan kelelahan kerja juga berasal dari keluarga pasien yang&nbsp; mengeluh pada perawat tanpa mempertimbangkan beban kerja perawat dikarenakan jumlah pasien yang banyak.</p> <p>Tujuan: untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja pada perawat diRSUD Andi Makkasau Parepare Tahun 2021. Metode: penelitian ini menggunakan metode <em>survey analitik</em> dengan menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. populasi yang diteliti adalah semua yang berada di RSUD Andi Makkasau. pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>purposive sampling</em><em>, </em>didapatkan 51 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner. Data di kumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS versi 21 dan dianalisis dengan uji chi square.</p> <p>&nbsp;Hasil: hasil uji <em>c</em><em>h</em><em>isquare</em> peroleh bahwa nilai <em>p </em>=0,634 sehingga p &gt; 0,05 yang artinya &nbsp;tidak&nbsp; ada hubungan yang signifikan&nbsp; antara Beban&nbsp; Kerja dengan&nbsp; Kelelahan Kerja Pada Perawat diRSUD Andi Makkasau Parepare. Beban kerja yang diterima oleh seseorang harus sesuai atau seimbang baik terhadap kemampuan fisik, kemampuan kognitif maupun keterbatasan manusia menerima beban tersebut. Kesimpulan: Ada hubungan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja Pada&nbsp; Perawat di RSUD Andi Makkasau Parepare tahun 2021.</p> risma wulandari Hak Cipta (c) 2022 risma wulandari 2022-04-27 2022-04-27 4 1